Selasa, 25 Oktober 2016

Buku Pelajaran Sesat Beredar (Lagi), Pemerintah Dinilai Kecolongan

Selengkapnya baca di bawah ini.

Pendidikan merupakan modal dasar pembangunan suatu negara. Dengan pendidikan yang baik maka akan menghasilkan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Pendidikan yang baik pun tidak lepas dari peran pemerintah. Pemerintah memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengawasi sistem pendidikan, sayangnya, hal tersebut masih belum berjalan maksimal, ditandai dengan masih banyaknya materi pelajaran yang dinilai menyesatkan dan masuk ke dalam buku rujuk materi di sekolah-sekolah. Artikel yang berkaitan dengan "Buku Pelajaran Sesat Beredar (Lagi), Pemerintah Dinilai Kecolongan" dapat anda simak di bawah ini.

Megapolitan
Selasa, 25 Oktober 2016 - 13:39 wib
Sejumlah orangtua murid SDN Serua Indah 01, Tangerang Selatan (Tangsel), meresahkan isi buku mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA).
Jabar
Kamis, 7 April 2016 - 13:27 wib
Buku pelajaran agama Islam untuk kelas I SD di Majalengka tak memasukkan Nabi Yusuf dalam daftar nabi dan rasul.
Jabar
Selasa, 5 April 2016 - 18:22 wib
Buku SD yang menyebut Nabi Zahra yang diterbitkan merupakan kurikullum tahun 2006.
Megapolitan
Selasa, 25 Oktober 2016 - 14:24 wib
Komisi Pendidikan DPRD Tangerang Selatan soroti buku mata pelajaran yang berisi anjuran untuk mengonsumsi narkoba.
Jabar
Rabu, 6 April 2016 - 07:54 wib
Beredar di Majalengka buku pelajaran agama Islam untuk kelas I SD yang mencantumkan Zahra sebagai nabi.
Jabar
Selasa, 5 April 2016 - 17:38 wib
Beredar buku pelajaran agama Islam untuk kelas I SD yang tidak mencantumkan Nabi Yusuf sebagai nabi ke-11.
Jabar
Selasa, 5 April 2016 - 17:32 wib
Penerbit buku pelajaran agama untuk siswa kelas I SD yang mencantumkan Zahra sebagai nabi, menyebut telah mencetak 3.000 oplah.
Jabar
Selasa, 5 April 2016 - 11:09 wib/div>
Petugas akan melakukan pengecekan terkait adanya buku pelajaran agama Islam untuk kelas 1 SD yang mencantumkan Zahra sebagai nabi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar